Kesaksian A

Paranoid Selama 10 Tahun
Nama       :    Hadromi
Umur        :    35 Tahun
Alamat      :    Tangerang
Saya mengalami satu fase hidup yang tidak nyaman. Saya mengalami masa – masa yang menakutkan dalam hidup saya. Saya selalu ketakutan ketika melihat orang meninggal, begitu juga ketika melewati Tempat Pemakaman Umum (TPU). Bahkan saya bisa histeris ketakutan jika melihat anak kecil yang sedang menangis.  Selama 10 tahun saya mengalami kegelisahan jiwa seperti itu, selama itu pula saya harus menjalani hidup dibawah pengawasan psikater. Namun sayangnya tidak ada perkembangan yang berarti, kegelisahan tetap saja mengikuti perjalanan hidup saya.  karena tidak ada perubahan dan kesembuhan, saya pun rutin mengkonsumsi Sanax selama 5 tahun. Sanax adalah sejenis obat penenang yang biasa dikonsumsi oleh penderita penyakit kejiwaan.  Sanax bisa membantu mengurangi rasa cemas, panik dan gelisah yang datang secara mendadak.  tetapi sejak itu pula saya memasuki tahap hidup berikutnya, yaitu Tergantung Pada Obat Penenang.

Beruntung saya dikenalkan Tianshi oleh Bapak Arifin (sekarang jadi Up Line saya).  Saya mengkonsumsi Calcium, Antilipemic Tea dan Beneficial sesuai saran dari Pak Arifin.  Calsium saya konsumsi setiap malam menjelang tidur, Antilipemic Tea saya konsumsi 2 kali sehari, pagi dan malam hari.  Sedangkan Benefecial Capsules saya minum 2 kali sehari pagi dan malam masing-masing 2 kapsul.

Setelah menkonsumsi 3 macam produk tianshi tersebut selama 2 bulan, saya tidak merasakan lagi keluhan-keluhan yang selama 10 tahun menghantui hidup saya.  Sekarang saya bisa menjalankan aktivitas saya sebagai pengemudi dengan nyaman tanpa ada kendala yang berarti. Terima Kasih Tianshi..!!!


Pendaraha Hebat Ketika Melahirkan & Infeksi
Nama            :    Hj Jenab (44 Tahun)
Pekerjaan      :    Bidan
Alamat          :    Tangerang
Saya memliki pengalaman yang mencemaskan. Putri saya Deka Friska (20 tahun) mengalami pendarahan hebat ketika melahirkan anak pertamanya. Kadar Hb dalam tubuhnya turun sampai 7,5 saja. Selain itu anak saya mengalami kesulitan berjalan setelah melahirkan dan juga menderita kesulitan tidur. Saya lalau memberikan beberapa macam produk Tianshi kepada anak saya, yaitu Calcium -1 (High Calcium) 1 bungkus sehari, Chitosan Capsules 2 kapsul per hari, juga Cordycep 2 kapsul per hari, serta Antilipemic Tea 1 gelas sehari.  Alhamdulillah, setelah 5 (lima) hari segala penderitaan yang dialami oleh Deka anak saya hilang, serta Hb anak saya juga kembali Normal.

Saya juga pernah membantu pasien pengidap batu ginjal, bernama Hasan usia 42 tahun.  Pada kedua ginjal bapak Hasan terdapat batu ginjal sebesar kacang hijau. Bapak Hasan pernah melakukan operasi pada salah satu ginjalnya. Namun bekas luka operasi tersebut mengalami infeksi dan mengalami pembengkakan.  Saya menganjurkan Pak Hasan untuk mengkonsmsi Cordycep 2 kali sehari masing-masing 3 capsul, sedangkan pada luka nya ditaburin dengan Chitosan. Alhasil dalam waktu 5 (lima hari) luka infeksi yang dialami oleh Pak Hasan tadi hilang dan sembuh


Diabetes Melitus
Nama       :    Pande Nyoman Dwija
Umur        :   62 tahun
Alamat      :   Jl. Suli 2 No.17 Denpasar
Dulu tahun 1962 mulai bekerja di pabrik gula, PTP 24, 25 PG Semboro, tanggul, Jember- Sampai pensiun 1 Oktober 1994. Karena kerja dipabrik gula menuntut waktu kerja yang padat maka pak Pande mendapat giliran kerja dibagi 3 shif, karena menuntut stamina yang tinggi maka pak Pande banyak makan dan sering minum gula chin (tebu cair dan dikeraskan dengan proses kimia). Merasakan gejala diabetes pada awal oktober 1988, yaitu sering lelah, ngantuk, kencing terus pada malam hari, nafsu makan besar, berat badan menurun.

Dan di tahun yang sama pak Pande periksa ke dokter dan dokter bilang terkena penyakit diabetes II, dan pernah sampai 400 MO%, dan untuk mengatasi tingginya glukosa, pak Pande minum obat dokter dan obat  tradisional  seperti daun pace, biji lamtoro, dan diet yang tinggi dan teratur, dan selalu diatas 200 MG % (puasa) makan (300 MG %). Pada akhir tahun 2001, tepatnya bulan Desember, anak pak Pande ikut Tianshi, dan memberikan Call II kepada pak Pande dan dalam waktu 18 hari dengan cara konsumsi 1 bungkus dibagi 2, dan pak Pande check ke dokter, dan hasil lab terakhir menunjukkan kadar glukosa menurun dan stabil 110 (puasa) – 120 (makan)


Hepatitis B
Nama        :    Hartono
Umur        :   62 tahun
Alamat      :    Jakarta-Kepu Duri
Pada awal tahun 1990 istri saya direkomendasikan oleh Dokter Umum untuk periksa darah di salah satu laboratorium di Jakarta. Setelah ± 1 minggu diambil, hasilnya ternyata teridap virus hepatitis B. Setelah ± 6 bulan dia terpaksa mengundurkan diri dari perusahaan Direct Selling yang telah dia kerja selama ± 8 tahun. Sejak saat itu istri saya telah berobat ke dokter spesialis dan juga ke shinshe.

Disamping itu juga konsumsi bermacam-macam food suplement, tetapi setiap kali di check darahnya masih saja positif. Terakhir pada akhir tahun 2000 istri saya konsumsi food suplement dari perusahaan Tianshi, setelah tiga tahun kemudian saya check ulang lagi di laboratorium.

Ternyata hasilnya sudah negatif malah sudah ada anti bodynya 50 titier. Saya berterima kasih kepada produk kesehatan Tianshi yang telah memberikan kesembuhan kepada diri saya.


Kanker Payudara Menyebar ke Paru-Paru & Rahim
Nama          :   Dra Faizah Lubis
Alamat        :   Jati Rahayu, Pd Gede Jakarta
Sejak kecil saya sering sakit-sakitan, tetapi memasuki usia remaja, kondisi kesehatan semakin membaik. bahkan ketika SMP dan SMA saya pernah jadi atlet dan  sering mewakili sekolah dan daerah saya. Saya ikut lomba atletik dan sempat berlatih di PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Dan ketika mahasiswa, di Jogja, saya juga aktif menjadi pelari dan pendaki gunung. Namun ketika memasuki semester 5 masa kuliah, saya mulai merasakan kondisi tubuh saya mulai melemah. Saya memeriksakan diri ke Rumah Sakit, dan saat itu dokter menyarankan saya agar tidak melanjutkan kuliah. Kata dokter, jika saya memaksakan tetap melanjutkan kuliah, aka berdampak sangat fatal, “Ada sesuatu penyakit yang tidak bisa terdeteksi oleh dokter, dan saat itu saya diangap menderita Flu Tulang”.

Saya tidak menerima saran dokter tersebut, saya pun meneruskan kuliah, dan alhamdulillah saya akhirnya lulus kuliah. Saat itu sudah ada benjolan di ketiak kiri saya. Dokter bilang, saya positif kena “tumor”.  Saya pun memeriksakan diri lebih lanjut ke rumah sakit. Dokter di dua rumah sakit mengatakan agar tumor tersebut segera diangkat, namun dokter di rumah sakit yang berbeda mengatakan tidak perlu diangkat. Karena bingung saya memilih mendiamkan saja benjolan tersebut karena pendapat dokter yang berbeda-beda.

Penyakit berlanjut hingga saya melahirkan anak pada tahun 2000. Kali ini larinya terasa ke Payudara. Rasanya nyeri dan menusuk-nusuk. Saya termasuk tipe yang suka cerita kepada keluarga. Suami pun tidak saya beri tahu. Suami saya baru tahu setelah 2 tahun kemudian, ketika saya sering pinsan dan merasa sakit yang luar biasa. Saat diperiksa di Rumah Sakit Swasta di Bekasi, dokter menyatakan bahwa saya sudah terkena Kanker Payudara dan sudah merambat ke Paru-Paru dan Rahim. Dokter menyarankan agar kanker tersebut segera diangkat, tetapi saya bersikeras tidak mau diangkat, karena saya pernah menyaksikan teman saya tidak tertolong setelah dioperasi.  Ada juga teman saya yang lain, walaupun sudah dioperasi tumor / kanker tersebut tetap kembali. Saya memilih mendiamkan saja penyakit tersebut tanpa cerita pada suami.  Saya tidak ingin mengganggu suami yang sibuk dengan pekejaannya, saya pun berobat endiri tanpa berani mengeluh. “Tetapi, ketika terapi dengan refleksi di Cikarang, orang tersebut bilang ke suami saya, dan mengatakan Kanker Payudara istri bapak sudah sangat parah. Ia menyarankan agar melakukan pengobatan rutin.  Suami saya kaget bukan kepalang. Orang tersebut juga bilang bahwa, kanker saya juga sudah merembet ke rahim, kami dilarang berhubungan suami istri (memang saya kesakitan bila harus berhubungan suami istri).

Bebarap waktu kemudian, saya harus membantu menangani keponakan saya yang kecanduan Narkoba. walaupun dalam kondisi sakit, saya paksakan diri saya untuk membantu keponakan yang sudah parah. Pada saat tersebut ada seseorang yang menawarkan produk Tianshi. Ketika itu saya tidak pernah memikirkan bisnisnya, saya hanya melihat, ini produk Cina kok bagus sekali, apalagi yang menawarkan merupakan adik dari seorang dokter. Kemudian saya memberikan beberapa produk ke keponakan saya yaitu : Benefecial (3 x 3), Cordycep (2 x 3), Chitosan (2 x 3) Calcium 1 (2 x 1/2 bungkus) dan Zinc (2 x 1).  Baru 3 (tiga) hari minum kok sudah ada perubahan, jadi lebih sopan, biasanya kalo diajak ngomong gak nyambung. Setelah 1 minggu sudah mulai nyambung, orang lain pun melihat keponakan saya ada perubahan.

Akhirnya saya pun mulai mengkonsumsi produck Tianshi, produk yang saya minum : Beneficial (3 x 3), Cordycep (2 x 3), Chitosan (2 x 3), Vigor (1 x 1), Calcium 1 (2x 1/2 bungkus).  Baru 3 (tiga) hari mengkonsumsi produck tersebut langsung muncul reaksi. Saat buang air, keluar kotoran sangat hitam, saya pikir itu merupakan reaksi dari produk tersebut.  Kepala terasa sakit seperti saat kambuh, tetapi tetap saya teruskan minum.  Sekitar 2 (dua) minggu kemudian, keluar dahak yang sangat kental dari tenggorokan, bahkan saya merasakan rahim saya sakit seperti mau melahirkan dan mengeluarkan darah seperti saat haid.  Selama 1 (satu) minggu suara saya hilang dan hanya bisa mendesis. Dokter menyarankan sgar segera operasi, tapi saya bersikeras untuk meneruskan minum produk Tianshi.

Alhamdulillah, perubahan benar-benar terjadi pada tubuh saya. Sampai sekarang saya sudah tidak merasakan sakit di Payudara. Tidak ada lagi muncul keluhan-keluhan yang pernah saya rasakan sebelumnya. Namun untuk menjaga tubuh, saya selalu rutin minum Antilipemic Tea dan Calcium.  (Sumber : Award News Edition, Volume 6)


Terbebas Dari Batu Ginjal
Nama       :   Ida Bagus Alit Saskara
Umur        :   35 Tahun
Alamat      :   Sanur, Denpasar Bali
Saya adalah penderita Batu Ginjal.  Batu pada ginjal sebelah kiri saya berdiameter 3 cm, sebelah kanan 0,7 cm.  Saya sudah menjalani operai pengambilan batu ginjal yang menghabiskan dana Rp. 27 Jura. Tetapi batu ginjal masih ada dengan diameter 0,8 cm dan 0,7 cm.  Dokter menyarankan terapi tembak.

Namun sebelum melakukan terapi tembak tersebut, saya diperkenalkan dengan  Produk Tianshi. Saya disarankan untuk mengkonsumsi Calcium-1 1/2 bungkus sehari, Cordycep (3 x 2 kapsul / hari), Vitality (2 x 1 kapsul / hari). Secara rutin saya mengkonsumsi produk-produk tersebut. Sampai suatu ketika, setelah habis 4 box Calcium, 3 box Cordycep, 3 botol Vitality, saya anyang-anyangan ketika kencing. Saat itu seperti ada benda lunak di saluran kencing, begitu benda itu keluar, raanya lega bangat.  Kemudian saya coba ronten dan USG, ternyata ginjal saya suah betul-betul bersih. Jika saya hitung, saya hanya menghabiskan Rp. 1.838.800 untuk terbebas dari batu ginjal.  Sampai sekarang saya maih mengkonsumsi Cordycep (1 x 2 kapsul/hari) dan Antilipemic Tea (2 x 1 gelas / hari) untuk menjaga kesehatan agar batu ginjal tidak terbentuk lagi.

Semakin yakin dengan Khasiat Produk-Produk Tianshi, seluruh keluarga saya mengkonsumsi Tianshi.  Paman saya yang menderita gangguan pencernaan dan pernapasan, Ia mengkonsumsi Calcium -1, Double Cellulose, Benefecial dan Cordycep.  Bibi saya yang menderita Osteoporosis, rutin mengkonsumsi Calcium-1.  Untuk menjaga kesehatan kulit dan kecantikan, istri saya mengkonsumsi Vitality.  Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, saya memberika Calcium-3 dan Zinc.  Ibunda saya yang menderita Hipertensi, rutin mengkonsumsi Calcium-1, Vigor, Benefeial dan Cordycep.


Divonis Lumpuh Akibat Kecelakaan, Malah Sembuh…!
Nama          :    Kustrini
Alamat        :    Jl. Cempedak Timur 2 Blok E 5 No 6-7 Pondok Hijau, Bekasi Jakarta Timur 17115
TIANSHI memang suplement, tetapi bisa menyembuhkan penyakit.  Saya benar-benar merasakan manfaat mengkonsumsi Calcium dan Benefecial. Sebelumnya saya sering mendengar banyak kesaksian yang mengatakan produk Tianshi bagus. Tapi karena saya tidak merasakan keluhan apapun, saya tidak mencoba produk tersebut.

Sampai akhirnya, pada tanggal 15 Desember 2005, saya mengalami kecelakaan. Ceritanya saya pergi dengan naik ojeg. Baru sekitar 15 meter dari rumah saya di kawasan Pondok Hijau, Bekasi Timur, tiba-tiba ada mobil melaju.  Ojeg yang saya tumpangi ternyata memotong jalan sehingga tabrakanpun tidak dapat terhindarkan lagi. Tubuh saya terpental, warga beramai-ramai menolong saya. Tubuh sayadiangkat, dan ketika itu saya merasakan dari pinggang ke bawah tidak bisa bergerak sama sekali.

Saat itu juga, saya ingin mencoba Calcium dan membuktikan kemanjurannya.  Saya ingin di-Rontgen sebelum dan setelah minum Calcium Produk Tianshi, saya ingin lihat ada hasilnya apa tidak. Saya sempat dibawa ke  Dokter terdekat di daerah Pondok Hijau, namun karena tidak memiliki alat rotgen, saya sempat di-over ke empat rumah sakit.  Akhirnya saya dilarikan ke Rumah Sakit besar di Bekasi. Ketka itu saya mendapatkan suntikan pereda rasa nyeri, kemudian juga di rotgen. Dari hasil rotgen, dokter mengatakan bahwa kaki kiri saya bisa lumpuh total.  Kata dokter yang memeriksa, saya harus rawat inap dan menjalani operasi tulang. Karena saya mengalami patah tulang ekor sepanjang 5 cm.  Rasa nya juga ngilu dan nyeri luar biasa. Ketika dokter menyarankan operasi tulang, saya langsung menolak. Terus terang, saya trauma karena ponakan saya pernah operasi tulang tapi gagal.  Saat itu, dalam hati saya, saya malah ingi mencoba Calcium Tianshi. Saya ingin membuktikan bagaimana khasiat produk tersebut.  Yang membuat saya kesal ketika itu, dokter bilang kalau saya bisa lumpuh total. Dokter juga bilang begini “Karena ibu tidak mau dioperasi, ibu akan tanggung sendiri akibatnya. Pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab”

Saya iyakan saja, karena dalam hati saya, terbetik keinginan untuk mencoba Calcium Tianshi. Begitu pulang ke rumah, saya mencoba minum 1 sachet untuk 2 kali, tiap pagi dan sore, saya ingin melihat bagaimana perkembangannya, apakah mungkin dalam waktu 3 minggu bisa sembuh..?. Selain Calcium, saya juga minum Benefecial 3  kali sehari. Perkembangan nya saya ikuti betul dari awal. Pada hari ke-8 saya minum Calcium an Beneficial, sekitar tulang bagian atas pinggang yang semula nyeri terasa lebih enak, dan tidak lagi ngilu. Pada hari ke-9 mengkonsumsi 2 produk tersebut rasa nyeri di tulang sekitar pinggang hilang, entah mengapa rasa nyeri dan ngilu hilang begitu saja. Padahal watu itu saya divonis mengalami patah tulang ekor.  Benar-benar dahsyat, di hari ke-10 mengkonsumsi 2 produk Tianshi tersebut, rasa nyeri dan ngilu hilang sama sekali, saya pun bisa duduk normal dan menjalankan shalat dengan normal.

Hari ke-15 tanggal 1 Desember 2005, saya sudah bisa berjalan meskipun masih menggunakan tongkat. Namun pada hari ke-21 setelah kecelakaan, saya sudah bisa mengikuti tour Surabaya-Jakarta selama 5 hari 5 malam. Orang-orang semua heran, rasanya seperti mukzizat saja. Ketika Tour itu (ziarah ke Makam Wali Songo), saya awalnya tidak diperbolehkan naik ke makam, tapi ternyata saya bisa. Total biaya yang saya keluarkan hanya Rp. 547.200 dan saya bisa sembuh total, bayangkan kalau operasi.? berapa besar uang yang saya harus keluarkan.

Saya juga sempat mengalami Insomnia, jika minum 1 kapsul Benefiecial saya langsung bisa tidur dan setelah bangun badan jadi segar. Setelah saya merasakan produk Tianshi saya semakin bersemangat menjalankan bisnis nya. Menurut saya untuk bisa menjalankan bisnis Tianshi dengan mudah, kita harus merasakan manfaat produknya terlebih dahulu, kalau tidak, bagaimana kita bisa menyakinkan khasiat produk kepada orang lain (tapi tidak harus kecelakaan seperti saya, merasakan manfaat dalam arti yang seluas-luasnya).


Jika REMATIK Kambuh, Kaki Bengkak
Nama         :   Munawar
Umur          :   43 Tahun
Alamat        :   Desa KondangJaya, Kerawang Timur
Sekitar setahun (2006), saya menderita Rematik yang cukup mengganggu. Jika cuaca dingin, rematik langsung menyerang. Bagian pinggang terasa sangat sakit dan linu-linu. Bahkan Rematik sya bisa sangat parah dan membuat kaki saya membengkak. Kalau sedang kambuh, aktivitas saya terganggu.

Selama ini saya tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasi penyakit saya tersebut, sampai kemudian saya dikenalkan dengan produk Tianshi. Saya tergerak untuk menkonsumsi Calcium (Nutriet High Calcium Powder) dan Teh (Antilipemic Tea). Saya mulai menkonsumsi 2 produk tersebut pada Desember 2006. Saya mengkonsumsi 1 sachet Calcium dan 1 Gelas Teh setiap hari. Setelah itu, saya tidak terkena rematik lagi. Meskipun udara sedang dingin dan di musim hujan, pinggang saya gak sakit lagi. kaki juga tidak bengkak lagi.

Hal lain yang menarik, karena saya mengkonsumsi Teh, berat badan saya pun turun 3 Kg dari 77 Kg menjadi 74 Kg.  Sekarang saya mengkonsumsi Cordycep dan Benefecial, kadang-kadang saya juga mengkonsumsi Vitallity. Vitality, Cordycep dan Benefecial sangat bagus untuk perokok seperti saya, karena sifatnya membersihkan racun-racun dalam tubuh. Saya khan perokok berat, dalam 1 hari saya bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Biasanya kalau kebanyakan rokok, kita akan batuk-batuk, karena saya mengkonsumsi Tianshi, saya tidak batuk-batuk mekipun saya terus merokok.


CHITOSAN Menyembuhkan Luka dan Gangren
Nama        :    Siti Nurchasanah
Umur         :   24 Tahun
Alamat       :   Plumutan, Teras, Boyolali- Solo- Jawa Tengah.
Siti Nurchasanah mempunyai pengalaman dengan Chitosan Capsules. Selama ini Chitosan dikenal sebagai produk Tianshi yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Pengalaman saya seperti ini, Ketika sedang hamil, saya mengkonsumsi beberapa produk Tianshi, yakni

PENGALAMAN EMPIRIS (Pasien Diabetes Tidak Jadi Amputasi)
Nama        :   dr. M. Ariaji (Umur 37 Tahun)
Profesi       :   Dokter, Ahli Akupuntur, Ahli Kecantikan dan Perawatan Kulit
Alamat       :   Jl. Sriwijaya Raya No 13, Perum 3 Karawaci, Tangerang
Ada dua kasus yang membuat saya kagum terhadap produk Tianshi. Kasus tersebut sangat membuat saya suprise, karena pasien dapat sembuh secara cepat, drastis. Pengalaman saya seperti ini. Ada seorang ibu berusia sekitar 50 tahunan. Dia adalah tetangga pasien saya.  Pasien tersebut juga tahu kalau saya juga mempelajari pengobatan tradisional. Dia meminta saya melihat ibu tersebut. Ternyata ibu tadi menderita Diabetes yang menyebabkan adanya borok besar di kaki kanannya. Luka nya sudah parah sekali sampai kelihatan urat-uratnya, bahkan bengkak di bagian paha. Rupanya dia baru sehari pulang dari rumah sakit. Berdasakan hasil diagnosa terakhir, dokter memutuskan, kakinya harus dipotong (diamputasi)

Waktu itu saya terangkan ke pasien bahwa terapi dengan produk Tianshi, diperkirakan reaksinya tidak cepat. Produk Tianshi yang saya berikan harus dikonsumsi secara rutin dalam waktu yang agak lama, paling tidak membutuhkan waktu 3 bulan. Namun InsaAllah, ini lebih menolong dari pada diamputasi.  Akhirnya karena kendala biaya, pasien tersebut hanya membeli 1 box Calcium-2, 1 botol Chitosan, 1/2 botol Vigor. Bubuk Chitosan ditaburkan ke luka setelah dibersihkan oleh perawat. Alhamdulillah 2 minggu kemudian, saya mendapat kabar, bengkaknya di paha hilang. Jaringan kulit pada lukanya mulai tumbuh. Kulit mulai memerah, dan kulit di sekitar luka mulai terbentuk. Sampai akhirnya, kaki ibu tersebut tidak jadi amputasi. Saya tidak habis pikir, karena diperkirakan prosesnya 3 bulan. Ternyata hanya dalam waktu 2 minggu sudah ada perubahan..! Meski demikian, saya tetap menyarankan, produk Tianshi itu dikonsumsi secara terus menerus sampai 3 bulan agar lukanya semakin membaik. Mungkin karena biaya, dia tidak meneruskan minum produk itu lagi.  Namun yang pasti, dia tidak jadi diamputasi.

Pasien satu lagi menderita borok pada ibu jarinnya – juga kena diabetes.  Borok nya sudah parah. Tulang-tulang ibu jari sudah remuk, keluar dari boroknya, dan sudah diangkat dokter. Kemudian pasien itu sempat dirujuk ke RSU dan dokter bedah.  Akhirnya diputuskan untuk diamputasi karena sudah membusuk dan membengkak. Jarinya terlihat besar, hampir dua kali ukuran normal.  Menantunya kebetulan kenal dengan saya, dan pernah saya jelaskan tentang Tianshi. Ia pun datang ke tempat praktek saya.  Dan saya sarankan untuk mengkonsumsi Chitosan Capsules, Vigor dengan aturan pakai 3 x 1 kapsul, dan Calcium-2 : satu bungkus sehari. Akhirnya pasien itu juga tidak jadi diamputasi.


Lambung Luka Diatasi dengan CHITOSAN
Nama          :    Sunarti
Umur          :     47 Tahun
Alamat        :     Kalipasir Gg Tembok, RT 05/10, Cikini-Jakarta Pusat
Saya ini seorang pedagang dan sering kecapekan. Agar badan tetap segar, saya suka minum jamu. Biasanya saya beli di warung, dengan harga per 1 gelasnya Rp. 1.000,-. Paling tidak 2 hari sekali saya minum jamu, memang kalau sudah minum, rasanya enak.  Kemudian, selama setahun saya juga minum obat bebas dari apotek. Menurut teman-teman saya, obat tersebut bisa membuat tubuh menjadi kuat. Ngak tahunya, lama kelamaan badan saya terasa tidak enak, sampai-sampai saya tidak bisa jualan. Lalu, saya putuskan untuk istiahat 1 hari. Setelah enakan, saya minum jamu lagi – khususnya untuk asam urat. Lama-lama saya merasa ada yang gak beres di lambung. Rasanya eneg, mual seperti orang ngidam. Padahal saya khan gak punya suami, masa ngidam..?

Kemudian saya pake obat-obatan bebas di warung. Ada sekitar 2 bulanan minum obat bebas. Waktu bulan puasa, saya mulai merasakan gangguan di tubuh saya. Begitu buka puasa, saya minum es sirup. Tiba-tiba rasanya menyesak sampai ke dada atas. Saya kira terkena penyakit jantung. Duh Rasanya mau mati saat itu. Waktu itu, anak-anak sedang tarawih, hingga saya diantar ke rumah sakit oleh tetangga. Saya di-opname selama 4 hari. Rupanya dokter pun salah diagnosa, mengira saya penyakit jantung. Obat-obatnya mahal, sekali beli Rp. 400.000 – Rp. 600.000,-.  Empat hari di rumah sakit, uang saya habis p. 2,4 juta.  Keluar dari sana saya masuk rumah sakit lagi. Tapi kali ini saya berobat jalan karena tidak ada uang. Saya kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit ternama di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Di sana sebuh alat lampu dimasukan ke dalam. Saya tidak boleh meludah, batuk, bahkan gigi dilindungi pakai karet. Biaya nya sekitar Rp. 700.000,-, itupun setelah saya minta keringanan dari biaya semula Rp. 900.000,-  Sebelum dimasukan alat, saya juga mengisi perjanjian dengan saksi anak saya, di mana perjanjian itu berbunyi, “Rumah Sakit tidak bertanggungjawab bila terjadi sesuatu”.  Sekitar enam jam, sepulang dari rumah sakit tersebut saya diperiksa dokter pribadi. Ternyata diketahui, lambung saya terluka (lihat hasil rotgen, Red), seperti koreng, tapi saya pikir kalau sampai bocor, bisa mati saya.

Kata dokter, luka tersebut akibat kebanyakan minum jamu. Mulai saat itu, saya tidak boleh minum jamu dan terus konsultasi. Tapi, penyakitnya makin menjadi-jadi. Sakitnya sampai ke bagian belakang tubuh, dan kalau mau buang air besar selalu keluar keringat dingin.  Saya sudah minum berbagai macam obat-obatan. Sampai pakai suntik jarum, diurut, ditangani dokter spesialis penyakit dalam, dan sebagainya. Tapi gak sembuh-sembuh. Sampai akhirnya datang Kiki (Faqih Faurani, Member Tianshi)– menawarkan anak saya masuk Tianshi.  Anak saya khan perawat, sebenarnya dia mau, tapi karena haus ujian akhir gak jadi.  Sementara saya diminta mencoba produknya, juga tidak bisa karena tidak ada uang. Karena untuk pengobatan selama ini sudah habis sekitar Rp. 8 juta. Kiki kemudian menerangkan keunggulan produk Tianshi. Tapi karena saya tidak punya uang, ya tidak beli.  Saya sendiri penasaran. Kiki kemudian memberi dua butir kapsul chitosan. Rupanya setelah minum 2 butir Chitosan itu, rasa sakitnya sudah tidak terasa.

Akhirnya saya beli Chitosan. Saya minum sehari 4 butir, setiap menjelang shalat subuh 2 butir dan mau tidur 2 butir. Menurut Kiki, sesuai anjuran dr Rahmawati, saya disarankan untuk minum 6 butir setiap hari. Tapi sayan, saya mau irit-irit karena gak ada dana. Baru tiga hari minum Chitosan, badan rasanya enak sekali. Saya merasa gak sakit lagi.  Kiki lagi-laki meminta saya  menambah minum Calcium-1 dan Spirulina. Katanya, ini saran dr Rahmawati. Kalau dihitung-hitung semua Rp. 640.000,-Karena gak punya uang, saya belum beli. Saya sendiri sangat percaya, karena produk Tianshi khan dari China. Anak saya yang di keperawatan mengatakan, obat China bagus untuk mengatasi penyakit. Dan, saya sudah buktikan.  Saya sudah tidak merasa sakit di belakang tubuh.  Kalau minum Chitosan, rasanya ringan sekali. Secara keseluruhan, tubuh saya terasa lebih baik.


Sariawan Usus
Nama                 :    Iman Supriana
Pekerjaan           :   Guru
Program Studi     :   Bahasa Inggris FKIP UHAMKA
Sebelum saya bergabung ke Tianshi, saya menderita penyakit sariawan usus yang membuat nafas saya tidak sedap sehingga membuat saya tidak percaya diri dan sangat mengganggu. Saya sudah mencoba berbagai macam obat tapi tidak mengobati secara efektif. Suatu saya diajak oleh pak Anton untuk ke kantor Tianshi untuk mendengarkan presentasi Produk dan Sistem dan saya bertemu dengan pak Hendri salah seorang staf Tianshi dan beliau menjelaskan  produk Tianshi serta saya berkesempatan untuk menanyakan masalah saya. Beliau (pak Hendri) menganjurkan untuk mengkonsumsi Double Cellulose Tablets. Kemudian saya mengkonsumsi produk tersebut dan baru tiga hari saya sangat terkejut nafas saya tidak bau lagi dan setelah seminggu nafas saya segar seperti semula. Terima kasih Tianshi, Terima kasih Double Cellulose Tablets.

PROSTAT Sembuh Tanpa Operasi
Nama           :    H. Rosyidin
Pekrjaan       :    Pensiunan AURI
Alamat          :    Pondok Gede, Bekasi
Beberapa tahun sebelum pensiun dari kedinasan di AURI, saya mulai terganggu dengan masalah kesehatan. Saya menderita Prostat. Sudah lebih dari 10 tahun masalah ini menganggu aktivitas saya sehari-hari, terutama ketika buang air kecil. Saya harus menghabiskan waktu yang lama jika sedang kencing. Saya selalu merasa tidak pernah tuntas jika buang air kecil. Keadaan ini sangat menganggu, terutama jika ingin sholat. Setelah kencing, selalu saja ada cairan yang tertinggal dan terasa ingin dikeluarkan lagi, tidak pernah tuntas, terpaksa harus kembali masuk kamar mandi lagi.  Keadaan ini tentu saja sangat mengganggu aktivitas di rumah. Karena anggota rumah tangga yang lain harus menunggu antrian yag cukup lama jika ingin menggunakan kamar mandi.

Saya pernah disarankan untuk operasi, tetapi saya tidak mau, karena saya sering dengar, bahwa perlakuan operasi bisa mengurangi kemampuan  saya (seks) sebagai laki-laki. Saya juga sudah menggunakan berbagai obat, namun sayangnya tidak memberikan pengaruh apa-apa.  Akhirnya saya diperkenalkan dengan Produk Tianshi. Setelah konsultasi dengan dokter dan beberapa orang teman, saya pun disarankan mengkonsumsi Calcium-1 dan Cordycep. Setelah mengkonsumsi beberapa minggu, sudah terasa perubahannya. Terutama jika buang air sudah lebih tuntans. Karena usia saya yang sudah lanjut, saya harus rutin mengkonsumsi Calcium-1 dan Cordycep agar kondisi organ tubuh tetap baik. Saya mengkonsumsi Calcium-1 setengah sampai 1 bungkus sehari dan Cordycep 2×2 sehari.


Syaraf Kejepit
Nama        :    Inggrid Sadeli
Umur        :    71 Tahun
Alamat      :    Jakartami
Beberapa tahun yang lalu saya mengidap sel syaraf yang terhimpit oleh tulang punggung maka akibatnya mempengaruhi ke punggung dan kaki, sehingga membuat saya tidak dapat berjalan. Setelah diperiksa dokter, saya diberikan obat Reumatik. Saya mengkonsumsi obat dokter tersebut kadang-kadang sembuh kadang-kadang kambuh. Saya banyak minum obat dokter sehingga membuat sakit maag maka saya merasa minum obat dokter tidak dapat menyembuhkan penyakit saya sehingga saya berfikir tidak ada gunanya. Pada suatu hari teman saya memperkenalkan produk Tianshi yaitu Nutrient High Calcium PowderI. Setelah pemakaian kurang lebih selama 10 hari sudah terasa ada perubahan rasa sakit mulai berkurang. Sampai saat ini saya mengkonsumsi Nutrient High Calcium Powder I setiap hari sebanyak 1 bungkus dan sekarang saya sudah sembuh total.

Thalasemia
Nama          :   Asep Rahmat, SH
Pekerjaan    :   Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia
Alamat         :   Bandung, Jawa Barat
Anak saya menderita thalasemia (kekurangan Hemoglobin pada sel darah merah) sejak usia 5 bulan, hingga kini (11 tahun). Setiap 2 minggu sekali harus ke rumah sakit untuk transfusi darah. Setelah mengkonsumsi produk Tianshi (Kalsium Tipe III dan Vitality Softgel) selama satu bulan, kondisi anak saya berangsur membaik secara drastis. Kadar Hb-nya yang tidak pernah diatas 10, sekarang sudah normal. Kini interval transfusi darah anak saya diperpanjang hingga tiga bulan. Tianshi telah memberikan kebebasan dari kesengsaraan.
%d blogger menyukai ini: